• Agustus 9, 2023

Jakarta, 9 Agustus 2023 – IPC Terminal Petikemas/IPC TPK berkerjasama dengan Pelindo Group menyelenggarakan pelatihan soft skill dan sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi ratusan pemuda di wilayah Tanjung Priok. Berlangsung selama 5 bulan sejak Januari 2023, kegiatan pelatihan soft skill dan sertifikasi ini ditujukan untuk dapat meningkatkan kompetensi anak muda usia produktif dari berbagai wilayah di Tanjung Priok. Pelatihan soft skill yang diselenggarakan meliputi bidang yang banyak diminati seperti Digital Marketing, Desain Grafis dan Operator Komputer Madya.

Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana mengatakan bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan program pelatihan dan sertifikasi ini untuk memfasilitasi masyarakat dalam mendapatkan pendidikan baik formal maupun non-formal agar dapat memiliki kemampuan soft skill dan kompetensi dalam menghadapi dunia kerja yang membutuhkan kecakapan digital. Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Pilar Pembangunan Ekonomi nomor 10 terkait Berkurangnya Kesenjangan khususnya masyarakat di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok.

Progam pelatihan dan sertifikasi merupakan tindaklanjut dari Joint CSR Pelindo Group yang telah berlangsung sejak tahun 2020, dimana 10 anak usaha Pelindo berkolaborasi dalam mendorong kompetensi anak-anak putus sekolah melalui pendidikan formal dan informal. Pada pelaksanaannya Pelindo Group menggandeng Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Cilincing selaku inisiator.

“Kami mengapresiasi dukungan IPC TPK dan Pelindo Group pada program ini. Banyaknya tuna karya menjadi latar belakang kami menginisiasi program ini. Program ini pertama kali di lakukan di wilayah Cilincing. Harapannya peserta dapat meningkatkan skill dan siap untuk bekerja. Alhamdulillah program ini selesai dilaksanakan dan beberapa peserta telah mendapatkan pekerjaan baru dengan bermodalkan sertifikasi yang dimiliki.” ujar Rizki, Ketua Pimpinan  Cabang Pemuda Muhammadiyah Cilincing.

Dewasa ini dunia kerja menuntut calon pekerja memiliki kecakapan digital. Melansir Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data Februari 2023 masih ada 7,99 juta pengangguran di Indonesia. Angka ini 5,45 persen dari total angkatan kerja per tahun sebesar 146,62 juta tenaga kerja.

Pelatihan diikuti oleh 140 (seratus empat puluh) orang masyarakat dari wilayah Kalibaru, Kebon Bawang dan Koja. Proses belajar dilakukan secara hybrid dengan latar belakang sebagian besar peserta adalah tuna karya dan pekerja lepas harian. Setelah mendapatkan pelatihan selama 3 bulan, peserta mengikuti pendampingan dan asesmen sertifikasi yang dilakukan oleh BNSP. Total 81 (delapan puluh satu) orang diantaranya dinyatakan lulus sertifikasi. Adapun hasil penilaian yang dilakukan oleh panitia, para asesor BNSP dan para trainer antara lain materi pelatihan, metode yang digunakan, kualifikasi trainer (instruktur) dan peserta pelatihan.

“Harapannya dengan pelatihan dan sertifikasi yang telah dilaksanakan sebagai upaya untuk memenuhi kompetensi masyarakat sehingga memiliki kemandirian untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan, meningkatkan motivasi dengan menguasai pengetahuan dan keterampilan serta memiliki rasa memiliki dan dapat berkontribusi dalam menghadapi dunia kerja.” jelas Guna.