• April 25, 2024

Jakarta, 25 April 2024 – IPC Terminal Petikemas/IPC TPK salah satu anak usaha Pelindo Terminal Petikemas untuk pertama kalinya menyelenggarakan QHSSE Forum di Pelabuhan Tanjung Priok. Forum ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan awareness para pihak atas budaya K3 dan menjadi wadah untuk mendiskusikan issue keamanan, K3 & Lingkungan dengan mitra/stakeholder yang ada di area kerja Pelabuhan Tanjung Priok. Tujuan utama forum ini yaitu mewujudkan area kerja yang Zero Accident, Zero Spill dan Zero Loss.

“Kehadiran kita pada forum hari ini untuk sama-sama menguatkan soliditas dalam menjalankan bisnis di Pelabuhan Tanjung Priok dengan memperhatikan K3L dan mutu dengan standar yang berlaku. Kondisi Zero Accident, Zero Spill dan Zero Loss dapat terwujud dengan komunikasi dan internalisasi budaya K3 di setiap entitas usaha di Pelabuhan.” ujar Ahmad Mimbar, Direktur Operasi & Teknik IPC TPK dalam pembukaannya.

QHSSE Forum di selenggarakan di VIP Room Terminal Penumpang Nusantara Raya Pelabuhan Tanjung Priok (25/4) dengan dihadiri oleh Direksi dan Manajemen IPC TPK Area Tanjung Priok, mengundang mitra kerja baik dari Perusahaan Bongkar Muat (PBM), Perusahaan Truk, petugas keamanan pelabuhan serta beberapa anak usaha Pelindo Group.

IPC TPK berkomitmen untuk selalu memenuhi persyaratan mutu dan mematuhi persyaratan, peraturan & ketentuan perundang-undangan keselamatan & kesehatan kerja, keamanan dan lingkungan demi terciptanya mutu dalam memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa. Dengan adanya forum QHSSE ini, manajemen IPC TPK membuka jalur komunikasi dan koordinasi dengan para mitra/stakeholder meningat dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak dalam menciptakan pelabuhan yang aman, bersih dan sehat.

“Rencananya forum ini akan dilaksanakan secara rutin agar IPC TPK dan mitra/stakeholder dapat melakukan evaluasi bersama implementasi budaya K3 dan lingkungan. Semoga forum ini dapat meningkatkan budaya K3 di area kerja IPC TPK kita supaya layanan operasi di lapangan dapat berjalan dengan baik tanpa adanya angka kecelakaan.” tutup Mimbar.